Created on
Selasa, 21 Juli 2026
Category
Impactloop,Kolaborasi,LPKA,Pendidikan,Remaja,Bandung
Author
Sajiwa Foundation
Sajiwa Foundation dan Bernilai Foundation Bekali Remaja LPKA Kelas II Bandung dengan Pelatihan Perkembangan Remaja
Bandung, 16 Juli 2026 — Masa remaja adalah fase penuh perubahan. Di usia ini, seseorang mulai mencari jati diri, belajar membangun relasi, menghadapi tekanan dari lingkungan, hingga menentukan pilihan-pilihan penting yang akan memengaruhi masa depannya. Sayangnya, tidak semua remaja memiliki kesempatan untuk mendapatkan ruang belajar yang aman dan pendampingan yang tepat dalam melalui proses tersebut.
Berangkat dari semangat itulah, Sajiwa Foundation bersama Bernilai Foundation berkolaborasi menghadirkan program Fostering the Future: Akselerasi Pengasuhan & Pendampingan Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung. Program yang berlangsung selama tiga hari, pada 14–16 Juli 2026, menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih utuh bagi anak binaan, tidak hanya dari sisi kedisiplinan, tetapi juga perkembangan psikologis, emosional, dan sosial.
Membangun Ruang Belajar yang Aman untuk Bertumbuh
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh jajaran LPKA Kelas II Bandung, Sajiwa Foundation, dan Bernilai Foundation sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung proses pembinaan remaja yang lebih bermakna.

Pada pelatihan ini, peserta mengikuti modul "1001 Cinta & Drama Remaja: Kebebasan, Komunikasi, dan Batasan", sebuah modul perkembangan remaja yang dikembangkan oleh Demi Kita. Materi disampaikan oleh Kak Sarah Maulida Lestari dari Bernilai Foundation dengan pendekatan yang interaktif dan dekat dengan realitas kehidupan remaja.
Alih-alih hanya mendengarkan materi, peserta diajak untuk aktif berdiskusi, bertanya, serta merefleksikan pengalaman mereka sendiri. Suasana belajar dibangun agar setiap peserta merasa aman untuk menyampaikan pendapat, berbagi cerita, dan belajar dari perspektif satu sama lain.
Belajar dari Pengalaman, Bukan Sekadar Mendengar
Setiap sesi dirancang menggunakan metode pembelajaran partisipatif. Setelah pemaparan materi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mengerjakan berbagai studi kasus dan latihan yang berkaitan dengan topik yang telah dipelajari.

Mereka diajak mengidentifikasi berbagai situasi yang sering dihadapi remaja, seperti kecenderungan mengikuti tekanan teman sebaya, pentingnya komunikasi yang sehat, hingga memahami batasan-batasan dalam pergaulan dan hubungan dengan orang lain. Melalui diskusi kelompok, peserta bersama-sama mencari contoh nyata, berdialog, dan menyampaikan hasil pemikirannya di hadapan kelompok lain.
Proses ini tidak hanya membantu peserta memahami materi dengan lebih baik, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta menghargai sudut pandang orang lain.
Pendampingan yang Menghadirkan Ruang Aman
Salah satu kekuatan dalam program ini adalah hadirnya para mentor kelompok yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga pekerja sosial. Mereka mendampingi setiap kelompok selama proses diskusi berlangsung, membantu peserta menggali ide, mengajukan pertanyaan reflektif, sekaligus menciptakan suasana yang lebih hangat dan suportif.

Dengan pendekatan yang lebih personal, para mentor berperan sebagai teman belajar yang mendorong peserta untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan menemukan jawaban atas setiap tugas yang diberikan. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman belajar yang aktif dan bermakna.
Kolaborasi untuk Masa Depan Remaja yang Lebih Baik
Melalui kolaborasi bersama Bernilai Foundation dan dukungan dari LPKA Kelas II Bandung, Sajiwa Foundation percaya bahwa setiap remaja memiliki kesempatan untuk bertumbuh, belajar dari pengalaman, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika diberikan ruang, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung.

Program Fostering the Future menjadi salah satu langkah nyata untuk menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu remaja mengenali dirinya, membangun relasi yang sehat, mengambil keputusan dengan lebih bijak, serta mengembangkan keterampilan hidup yang akan mereka bawa ketika kembali ke tengah masyarakat.
Karena pada akhirnya, membangun masa depan bukan hanya tentang memberikan kesempatan kedua, tetapi juga memastikan setiap remaja memiliki bekal untuk menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan penuh harapan.