Created on

Senin, 6 April 2026

Category

Kisah Sukses,Medis,Tumor,Anak

Author

Sajiwa Foundation

Perjuangan Selsilia Melawan Tumor: Dari Menahan Sakit hingga Akhirnya Bisa Operasi

Hidup dengan Rasa Sakit di Usia 7 Tahun

 

Di usia yang seharusnya diisi dengan bermain dan belajar, Selsilia justru harus menjalani hari-hari penuh rasa sakit. Gadis kecil berusia 7 tahun ini mengidap tumor yang membuat pipinya membengkak dan lengannya membesar tidak proporsional. Kondisi fisiknya terus memburuk seiring waktu, membuatnya kesulitan menjalani aktivitas seperti anak-anak lainnya.

 

Bukan hanya perubahan fisik yang ia rasakan, tapi juga rasa nyeri yang terus datang tanpa henti. Tubuh kecilnya harus menanggung beban yang seharusnya tidak ia rasakan di usia tersebut.

 

 

Malam Hari Jadi Waktu Paling Menyakitkan

 

Setiap malam, rasa sakit yang dialami Selsilia semakin menjadi. Lengannya berdenyut hebat dan terasa panas, membuatnya sulit untuk beristirahat dengan tenang. Dalam kondisi seperti itu, Selsilia hanya bisa diam, mencoba menahan sakit sambil menggigit bibirnya.

 

0406   Selsilia   2

 

 

Tidak ada keluhan berlebihan. Tidak ada tangisan keras. Hanya seorang anak kecil yang berusaha bertahan dalam diam.

 

 

Mimpi Sederhana yang Terasa Begitu Jauh

 

Di balik semua rasa sakitnya, Selsilia menyimpan satu keinginan sederhana. Ia ingin bersekolah seperti anak-anak lain. Dengan suara lirih, ia pernah berkata, “Aku pengen sekolah kayak temen-temen…”

 

Namun kenyataannya, Selsilia hanya bisa melihat teman-temannya bermain dan belajar dari kejauhan. Ia tidak memiliki kesempatan yang sama, bukan karena ia tidak mau, tapi karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan.

 

 

Ditinggalkan Orang Tua Sejak Kecil

 

Cobaan hidup Selsilia tidak berhenti pada penyakit yang ia derita. Sejak usia 14 bulan, ia harus menerima kenyataan pahit ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Ibunya pergi, dan ayahnya merantau tanpa pernah kembali.

 

0406   Selsilia   3

 

 

Sejak saat itu, Selsilia hanya memiliki satu sosok yang setia di sampingnya, yaitu sang kakek.

 

 

Perjuangan Seorang Kakek dengan Penghasilan Terbatas

 

Kakek Selsilia menjadi satu-satunya harapan bagi gadis kecil ini. Di usia yang tidak lagi muda, beliau tetap bekerja setiap hari demi memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua. Dengan penghasilan sekitar Rp50.000 per hari, beliau berjuang sekuat tenaga untuk merawat cucunya.

 

Di tengah keterbatasan tersebut, kebutuhan pengobatan Selsilia tentu menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dipenuhi. Namun, sang kakek tidak pernah menyerah.

 

 

Awal Harapan: Selsilia Mulai Mendapatkan Pengobatan

 

Perlahan, harapan itu akhirnya datang. Sejak September 2025, Selsilia mulai mendapatkan bantuan untuk menjalani pengobatan. Langkah demi langkah, ia mulai mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang sebelumnya sulit dijangkau.

 

0406   Selsilia   4

 

 

Pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari pemeriksaan ke poli anak hingga poli orthopedi. Semua proses dilalui dengan penuh harap, meskipun tidak mudah.

 

 

Akhirnya, Selsilia Bisa Menjalani Operasi

 

Perjuangan panjang itu akhirnya membawa Selsilia pada satu titik penting dalam hidupnya. Ia berhasil menjalani operasi yang sangat dibutuhkan untuk kondisinya. Momen ini bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi tentang harapan baru yang akhirnya menjadi nyata.

 

0406   Selsilia   5

 

 

Meski perjalanan pemulihan masih panjang, kini Selsilia tidak lagi berjalan sendirian. Ia mendapatkan pendampingan berkelanjutan, termasuk setelah operasi dilakukan.

 

Terima Kasih #TemanKebaikan, Kamu #BeneranBerdampak

Bagikan Cerita Sajiwa ke Dunia →