Created on

Rabu, 4 Februari 2026

Category

Shelter Kucing,Kisah Sukses,Kucing,Rescue,Bandung,Jawa Barat

Author

Sajiwa Foundation

Miki Rescue: Kisah Sukses Shelter Penyelamat 200+ Anabul Korban Kekerasan

Shelter Miki Rescue, Rumah Aman bagi Anabul yang Pernah Disakiti

 

“Seandainya kita tidak menyukai kucing, tolong jangan disiksa, ya?”

 

Kalimat itu menjadi suara hati Bu Putri, pendiri Miki Rescue, sebuah shelter yang kini menjadi rumah aman bagi lebih dari 200 anabul korban kekerasan dan penelantaran. Dari kucing yang dibuang di tempat sampah, disiram air panas, hingga hampir disembelih, semuanya pernah berada di titik paling gelap hidup mereka, sebelum akhirnya diselamatkan.

 

Miki Rescue bermula dari langkah kecil. Awalnya, Bu Putri hanya merawat 35 ekor kucing. Namun seiring waktu, jumlah anabul yang ia selamatkan terus bertambah hingga ratusan, bahkan termasuk beberapa ekor anjing yang juga menjadi korban kekerasan manusia.

 

 

Perjuangan Miki Rescue Menyelamatkan Anabul Terlantar

 

Tidak semua orang memandang kebaikan dengan cara yang sama.
Alih-alih mendapat dukungan, Miki Rescue justru sempat menerima petisi pengusiran karena keberadaan ratusan kucing dianggap mengganggu dan menjijikkan.

 

0204   Miki   2

 

 

Padahal, setiap anabul di sana membawa kisah pilu.

 

Ada Oyen, kucing kecil yang ditemukan di tempat sampah dengan kondisi organ dalam keluar. Ada anabul yang disiram air panas hingga kulitnya terkelupas. Om Hitam pernah dikurung berbulan-bulan tanpa makan dan minum sampai tubuhnya tinggal tulang. Om Garville ditemukan dengan kaki patah penuh bekas tusukan sate hingga harus diamputasi.

 

Bahkan Gymmi, kucing dengan kanker parah di wajah, sempat disarankan dokter untuk disuntik mati. Namun Bu Putri memilih bertahan dan berjuang, meski tahu jalan yang ia pilih tidak mudah.

 

Tak berhenti di situ, Bu Putri juga pernah menyelamatkan seekor anjing yang hendak dibawa ke restoran untuk dimasak. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ia tetap memilih menyelamatkan nyawa.

 

 

Bertahan di Tengah Keterbatasan dan Ancaman Pengusiran

 

Ancaman pengusiran memaksa Bu Putri pindah ke kontrakan kecil bersama ratusan anabul. Biaya pakan yang mencapai sekitar Rp10 juta per bulan membuatnya harus berjibaku setiap hari untuk bertahan.

 

Dalam kondisi sulit, Bu Putri bahkan sempat hanya mampu mengandalkan pengobatan herbal karena tidak sanggup membayar biaya dokter. Padahal, luka bakar, kanker, dan luka terbuka jelas membutuhkan penanganan medis yang serius.

 

Kini, demi keberlangsungan Miki Rescue, Bu Putri harus merantau untuk bekerja, sementara sang suami mengurus anabul-anabul di kontrakan kecil tersebut. Meski berat, ia tetap yakin bahwa merawat makhluk hidup adalah bentuk ibadah dan akan berbuah pahala.

 

 

Dukungan #TemanKebaikan untuk Miki Rescue

 

Perjuangan Bu Putri akhirnya tidak lagi sendirian.
Melalui dukungan #TemanKebaikan, Miki Rescue mulai mendapatkan bantuan yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

 

 

0204   Miki   3

 

Sejak awal tahun 2025 hingga 2026, bantuan telah disalurkan secara bertahap, meliputi:

 

  • Penyaluran pakan anabul secara rutin

  • Sterilisasi kucing untuk mencegah overpopulasi

  • Vaksinasi dan pengobatan anabul sakit

  • Operasi medis untuk kondisi darurat

  • Bantuan uang tunai untuk alas tidur dan kebutuhan perawatan

 

Setiap laporan penyaluran bukan sekadar angka dan tanggal, melainkan bukti nyata bahwa kebaikan yang dikelola dengan aman mampu menyelamatkan nyawa.

 

Berkat dukungan ini, anabul-anabul di Miki Rescue kini bisa makan lebih teratur, mendapatkan perawatan medis yang layak, dan hidup dengan rasa aman… sesuatu yang dulu nyaris mustahil bagi mereka.

 

 

Miki Rescue, Bukti Nyata Dampak Donasi yang Tepat

 

Miki Rescue bukan hanya shelter. Ia adalah tempat pemulihan bagi makhluk hidup yang pernah kehilangan segalanya… rumah, kesehatan, dan kepercayaan pada manusia.

 

 

0204   Miki   4

 

Kisah Miki Rescue mengajarkan kita bahwa kebaikan tidak harus besar untuk berdampak, tetapi harus dipercayakan pada tempat yang aman dan bertanggung jawab.

 

Terima kasih #TemanKebaikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan ratusan anabul menuju hidup yang lebih layak.


Karena setiap nyawa berhak diselamatkan, dan setiap kebaikan pantas sampai pada tujuannya.

Bagikan Cerita Sajiwa ke Dunia →