Created on
Rabu, 21 Januari 2026
Category
Kisah Sukses,Sajiwa Impact Loop,Beasiswa Jalanan,Pelatihan,MUA,Bandung
Author
Sajiwa Foundation
Kisah Sukses Bu Dian Sonatha: Ketika Kesempatan Belajar Membuka Jalan Menjadi MUA
Dian Sonatha (34) adalah seorang ibu tangguh asal Bandung. Ia tinggal bersama kedua anaknya dan orang tuanya dalam satu rumah sederhana. Di balik rutinitas harian sebagai ibu dan anak yang berbakti, Bu Dian menyimpan satu mimpi lama yang jarang ia ucapkan dengan lantang: berkarya di dunia kecantikan.
Sejak lama, Bu Dian tertarik pada dunia makeup. Ia sering memperhatikan riasan orang lain, mencoba memahami warna, teknik, dan sentuhan kecil yang bisa membuat seseorang tampil lebih percaya diri. Namun seperti banyak perempuan lain, mimpi itu harus berkali-kali disimpan rapat. Keterbatasan waktu, biaya, dan akses membuat kesempatan belajar terasa jauh.
Bagi Bu Dian, kebutuhan keluarga selalu menjadi prioritas. Keinginan untuk belajar makeup sering kali kalah oleh realitas hidup sehari-hari. Ia tahu bahwa untuk menjadi seorang makeup artist profesional dibutuhkan pelatihan, peralatan, dan keberanian untuk memulai. Dan semua itu terasa seperti sesuatu yang belum mungkin ia jangkau.
Hingga suatu hari, kesempatan itu datang dari arah yang tak terduga.
Kesempatan yang Datang di Waktu yang Tepat
Melalui program Beasiswa Jalanan, Bu Dian mendapatkan peluang untuk mengikuti pelatihan makeup artist intensif selama tiga hari. Sebuah kesempatan yang mungkin terdengar singkat, namun memiliki dampak besar bagi hidupnya.
Pelatihan ini bukan sekadar kelas biasa. Selama tiga hari penuh, Bu Dian belajar langsung dari mentor bersertifikat yang berpengalaman di bidang kecantikan. Ia memulai dari dasar, mengenal alat-alat makeup, fungsi setiap produk, hingga cara menggunakannya dengan benar dan higienis.
Perlahan, Bu Dian mulai memahami bahwa dunia makeup bukan hanya soal merias wajah, tetapi juga soal teknik, ketelitian, dan rasa percaya diri. Ia mempelajari teknik makeup dasar, riasan untuk berbagai acara, hingga bagaimana menyesuaikan gaya makeup dengan karakter dan kebutuhan klien.
Tak hanya fokus pada keterampilan teknis, pelatihan ini juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang membangun usaha jasa MUA. Bu Dian belajar bagaimana memulai bisnis dari nol, cara menentukan harga, membangun portofolio, hingga pentingnya komunikasi dengan klien. Hal-hal yang sebelumnya terasa asing, kini mulai terasa mungkin untuk dijalani.
Lebih dari Sekadar Pelatihan
Bagi Bu Dian, mengikuti pelatihan ini adalah pengalaman yang membuka mata dan hati. Ia tidak hanya belajar teknik makeup, tetapi juga menemukan kembali rasa percaya pada dirinya sendiri. Di ruang pelatihan itu, Bu Dian tidak lagi merasa “terlalu terlambat” atau “kurang mampu”. Ia adalah seorang perempuan dengan potensi, yang hanya membutuhkan kesempatan untuk tumbuh.

Sebagai bagian dari dukungan Beasiswa Jalanan, Bu Dian juga mendapatkan satu set alat makeup lengkap. Bantuan ini menjadi titik penting dalam perjalanannya. Jika sebelumnya memulai usaha terasa mustahil karena keterbatasan alat, kini hambatan itu perlahan terangkat.
Peralatan tersebut bukan sekadar benda. Bagi Bu Dian, itu adalah simbol kepercayaan, bahwa ada pihak yang percaya ia mampu melangkah lebih jauh.
Berani Melangkah, Pelan tapi Pasti
Kini, setelah pelatihan selesai, Bu Dian membawa pulang lebih dari sekadar sertifikat. Ia membawa pulang bekal keterampilan, pengetahuan, dan keyakinan bahwa ia bisa memulai sesuatu yang baru.
Bu Dian mulai memberanikan diri membuka jasa makeup. Langkahnya mungkin masih kecil, dimulai dari lingkungan sekitar. Namun setiap riasan yang ia kerjakan adalah latihan, pengalaman, dan bagian dari proses membangun mimpi.
Sebagai seorang ibu, Bu Dian ingin menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa belajar dan bertumbuh tidak mengenal batas usia. Bahwa mimpi boleh tertunda, tapi tidak harus hilang. Dengan menjadi MUA, Bu Dian bukan hanya mencari penghasilan tambahan, tetapi juga membangun identitas baru sebagai perempuan yang berani mengambil peluang.
Pemberdayaan yang Mengubah Cara Pandang
Kisah Bu Dian Sonatha adalah contoh bahwa dampak tidak selalu datang dalam bentuk bantuan besar. Terkadang, dampak hadir dalam bentuk akses belajar, pendampingan yang tepat, dan kepercayaan yang diberikan pada orang yang selama ini jarang mendapat ruang.
Program Beasiswa Jalanan tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi membuka jalan bagi perempuan seperti Bu Dian untuk melihat dirinya secara berbeda. Dari seseorang yang merasa mimpinya terlalu jauh, menjadi individu yang berani melangkah dan mencoba.
Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya, membekali, bukan menggantikan. Mendampingi, bukan mengarahkan secara sepihak. Memberi ruang agar seseorang bisa tumbuh dengan caranya sendiri.
Mimpi yang Kini Mulai Terwujud
Perjalanan Bu Dian sebagai makeup artist tentu masih panjang. Akan ada tantangan, keraguan, dan proses belajar yang berkelanjutan. Namun kini, ia tidak lagi berdiri di titik nol. Ia sudah melangkah, dan itu adalah hal yang paling penting.
Dengan kemampuan yang ia miliki, Bu Dian siap membangun jasa MUA profesional. Ia ingin terus belajar, memperbaiki teknik, dan suatu hari nanti dikenal karena kualitas karyanya. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan bahwa kesempatan yang tepat bisa mengubah arah hidup seseorang.
Kisah sukses Bu Dian Sonatha mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki potensi. Yang sering kali kurang bukanlah kemampuan, melainkan kesempatan.
Dan ketika kesempatan itu datang (seperti melalui Beasiswa Jalanan) dampaknya bisa jauh melampaui yang terlihat.
Mari dukung langkah Bu Dian dalam mewujudkan mimpinya lewat karya kecantikan.
Karena dari satu kesempatan belajar, lahir keberanian baru.
Dan dari keberanian itu, masa depan mulai dibentuk.