Created on

Senin, 28 September 2026

Category

Farhan Sambara,Sajiwa Foundation,Bantuan Pendidikan,Bantuan Pengobatan,Pemberdayaan Ekonomi,Usaha Fotocopy,Servis komputer,Bantuan pendidikan kuliah

Author

Sajiwa Foundation

Dari PC untuk Sekolah hingga Mimpi Kuliah: 3 Tahun Perjalanan Farhan Bersama Sajiwa Foundation

Tiga Tahun Lalu, Farhan Memulai Cerita yang Berbeda

 

Tiga tahun lalu, Sajiwa Foundation bertemu dengan Farhan Sambarana, seorang siswa SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Saat itu, Farhan tidak hanya harus menjalani kehidupan sebagai pelajar. Ia juga sedang menghadapi kondisi kesehatan yang membuat aktivitas sehari-harinya jauh dari mudah.

 

Kondisi pada wajah Farhan bermula setelah sebuah kecelakaan saat bermain sekitar sembilan tahun sebelumnya. Ia telah menjalani beberapa kali operasi, tetapi kondisinya belum juga membaik. Gangguan tersebut turut memengaruhi pernapasan dan penglihatannya, sementara kebutuhan pengobatan terus berjalan.

 

Di tengah kondisi tersebut, Farhan tetap berusaha menjalani sekolah dan memikirkan masa depannya. Ia bahkan pernah berjualan kerupuk kembang ros sepulang sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan obat. Dari setiap bungkus yang dijual Rp5.000, keuntungan yang didapat hanya sekitar Rp1.000–1.500. Cerita Farhan kemudian menjadi perjalanan panjang yang tidak berhenti pada satu kali bantuan.

 

 

2023: Ketika Pendidikan dan Kesehatan Sama-Sama Membutuhkan Dukungan

 

Pada 4 Mei 2023, Sajiwa Foundation memberikan PC untuk menunjang pendidikan Farhan sebagai siswa SMK jurusan TKJ. Perangkat tersebut bukan sekadar barang elektronik, tetapi menjadi bagian penting dari aktivitas belajar Farhan yang membutuhkan perangkat komputer.

 

Beberapa bulan kemudian, pada 27 September 2023, dukungan kembali diberikan. Farhan menjalani medical check-up (MCU) sebagai persiapan mengikuti PKL dari sekolahnya. Di waktu yang sama, Sajiwa juga memberikan dukungan pemberdayaan berupa toko alat tulis di rumah Farhan.

 

Dari sini, kebutuhan Farhan mulai terlihat lebih luas. Ia membutuhkan dukungan agar tetap bisa belajar, menjalani kewajiban sekolah, sekaligus memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan.

 

 

2024: Tempat Tinggal yang Lebih Layak dan Perangkat untuk Terus Belajar

 

Pada awal 2024, Sajiwa mengetahui bahwa Farhan belum memiliki kamar yang layak untuk beristirahat. Kamar lamanya hanya berupa ruang kosong dengan kasur kapuk dan berada dekat WC. Karena kondisi tersebut, Farhan terkadang tidur di kursi ruang tamu atau menginap di rumah nenek maupun temannya.

 

Pada 27 Januari 2024, kamar Farhan kemudian direnovasi. Dukungan ini mungkin terlihat sederhana dibandingkan kebutuhan pengobatan yang ia jalani, tetapi bagi Farhan, memiliki ruang yang lebih nyaman berarti memiliki tempat untuk beristirahat, belajar, dan menjalani keseharian dengan lebih layak.

 

Tidak berhenti di sana, kebutuhan pendidikan Farhan sebagai siswa TKJ juga semakin berkembang. Pada 16 April 2024, Sajiwa membantu menyediakan laptop yang sesuai dengan kebutuhan pendidikannya. Dukungan pun terus mengikuti perkembangan Farhan. Ketika kebutuhan belajarnya berubah, bentuk dukungan yang diberikan ikut berubah.

 

 

2025: Perjuangan Pengobatan Memasuki Tahap Penting

 

Di sisi kesehatan, perjalanan Farhan masih terus berlangsung. Sajiwa Foundation bersama pihak yang mendampingi Farhan terus memberikan dukungan untuk kebutuhan pengobatan, termasuk kebutuhan nutrisi, kontrol, dan persiapan perawatan.

 

Pada Juni 2025, Farhan akhirnya menjalani operasi tahap awal untuk kondisi pada hidungnya. Setelah operasi, perjuangan belum selesai. Farhan masih harus menjalani rangkaian pengobatan lanjutan, termasuk kemoterapi, terapi sinar, konsumsi obat, serta pemeriksaan dan kontrol secara berkala.

 

Pendampingan juga menyesuaikan kebutuhan lain yang muncul selama proses tersebut. Salah satunya adalah dukungan berupa kacamata khusus sesuai rekomendasi tenaga medis untuk membantu kebutuhan penglihatan Farhan. Bagi Farhan, satu tahap pengobatan tidak otomatis mengakhiri seluruh kebutuhan. Karena itu, dukungan terus berjalan mengikuti proses yang harus ia lalui.

 

 

2026: Pengobatan Tetap Berjalan, Masa Depan Mulai Dipersiapkan

 

Memasuki 2026, Farhan masih harus melakukan kontrol dan menjalani kebutuhan pengobatan secara berkala. Dukungan yang diberikan mencakup operasional kontrol, kebutuhan nutrisi dan vitamin, serta berbagai kebutuhan yang menunjang proses perawatannya. Namun, setelah bertahun-tahun menjalani pengobatan, ada satu hal lain yang juga perlu dipikirkan: bagaimana Farhan bisa terus beraktivitas dan memiliki penghidupan yang lebih kuat.

 

Pada Agustus 2026, dukungan kemudian diarahkan untuk penguatan penghidupan melalui usaha photocopy dan servis komputer. Farhan mendapatkan laptop senilai Rp6.000.000, printer Rp3.500.000, serta alat servis komputer senilai Rp1.800.000.

 

Di bulan yang sama, kebutuhan pengobatan juga tetap berjalan. Untuk operasional kontrol, dukungan diberikan sebesar Rp600.000 untuk kontrol RSCK, Rp1.000.000 untuk kontrol RSHS, serta Rp1.000.000 untuk kebutuhan vitamin dan nutrisi. Kesehatan dan penghidupan Farhan tidak harus menunggu satu selesai untuk kemudian memulai yang lain. Keduanya berjalan beriringan sesuai kebutuhannya.

 

 

Dari Kebutuhan Hari Ini, Menuju Mimpi Esok Hari

 

Kalau melihat kembali perjalanan Farhan sejak 2023, bentuk dukungan yang diberikan memang terus berubah. Dari PC untuk sekolah. Medical check-up untuk PKL. Toko alat tulis untuk pemberdayaan. Renovasi kamar agar Farhan memiliki ruang yang lebih layak. Laptop untuk menunjang pendidikan. Dukungan pengobatan dan nutrisi yang terus berjalan. Hingga perangkat untuk memulai usaha photocopy dan servis komputer.

 

Semua itu terjadi karena kebutuhan Farhan juga terus berkembang. Dan sekarang, cerita tersebut belum selesai. Di balik semua perjuangan kesehatan dan usahanya, Farhan masih menyimpan mimpi untuk melanjutkan pendidikan hingga kuliah. Dana untuk kebutuhan kuliah Farhan masih dipersiapkan agar ketika waktunya tiba, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tetap terbuka.

 

 

Tiga Tahun, dan Cerita Ini Masih Berlanjut

 

Perjalanan Farhan mengingatkan kita bahwa satu bentuk bantuan tidak selalu bisa menjawab seluruh kebutuhan seseorang. Ada kalanya yang dibutuhkan adalah perangkat untuk belajar. Ada kalanya tempat tinggal yang lebih layak. Ada kalanya biaya pengobatan, nutrisi, atau operasional kontrol. Dan ada kalanya kesempatan untuk mulai membangun penghidupan.

 

Selama tiga tahun, #TemanKebaikan telah menjadi bagian dari berbagai tahap tersebut bersama Farhan. Hari ini, Farhan masih terus menjalani pengobatan, menjalankan usahanya, dan mempersiapkan langkah berikutnya untuk pendidikan. Semoga Farhan selalu diberikan kesehatan, dimudahkan dalam setiap pengobatannya, dilancarkan usahanya, dan diberi kesempatan untuk mewujudkan mimpinya melanjutkan pendidikan hingga kuliah.

 

Karena cerita kebaikan tidak selalu selesai ketika bantuan diberikan. Kadang, justru di situlah cerita baru dimulai.

 

#TemanKebaikan, kamu #BeneranBerdampak! 🩵

#SajiwaFoundation #GreatPlacetoGive

Bagikan Cerita Sajiwa ke Dunia →