Created on

Rabu, 25 Februari 2026

Category

Kisah Sukses,Medis,Pak Maptuh,Driver Ojol,Sajiwa Medicare,Kolaborasi Mitra

Author

Sajiwa Foundation

Kisah Driver Ojol Kanker Kulit Stadium 4B: Pendampingan Pengobatan oleh Sajiwa Foundation dan Rumah Singgah SKTM Bandung

Pak Maptuh tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah sedrastis ini. Seorang driver ojek online yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari jalanan, ia justru harus menghadapi vonis kanker kulit stadium 4B. Benjolan di wajahnya membesar dari sisi mata kiri hingga hampir menutup area wajah lainnya. Dalam kondisi sesakit itu, ia tetap berusaha bekerja demi keluarganya.

 

Penyakit yang dideritanya adalah basal cell carcinoma stadium lanjut. Benjolan tersebut tak hanya merusak jaringan kulit, tetapi juga menghancurkan tulang hidungnya hingga ia kesulitan bernapas. Darah dan nanah kerap keluar dari luka di wajahnya. Bahkan penglihatannya terancam terganggu karena penyebaran sel kanker yang semakin agresif.

 

Di tengah kondisi fisik yang terus menurun, Pak Maptuh tetap memaksakan diri menarik penumpang. Ia beberapa kali pingsan di jalan karena tubuhnya sudah terlalu lemah. Namun sebagai kepala keluarga, ia merasa tidak punya pilihan lain. Berhenti bekerja berarti berhenti memberi makan anak dan istrinya.

 

Pengobatan sebenarnya menjadi satu-satunya harapan. Namun harapan itu tak mudah dijangkau. Meski tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS, biaya obat-obatan, nutrisi tambahan, transportasi ke rumah sakit, hingga kebutuhan penunjang lainnya menjadi beban berat. Beberapa sesi kemoterapi bahkan terpaksa terlewat karena tidak ada dana.

 

0225   Pak Maptuh   2

 

 

“Saya pengen banget lihat anak wisuda. Tapi saya divonis hidup nggak lama lagi,” ucapnya suatu ketika. Kalimat itu bukan sekadar keluhan, melainkan kegelisahan seorang ayah yang takut tak bisa menyaksikan masa depan anaknya. Di tengah rasa sakit yang luar biasa, yang ia pikirkan bukan dirinya sendiri, melainkan keluarganya.

 

Situasi mulai berubah pada April 2024. Melalui dukungan #TemanKebaikan, Sajiwa Foundation bersama Rumah Singgah SKTM Bandung mulai melakukan pendampingan pengobatan bagi Pak Maptuh. Bukan hanya bantuan sesaat, tetapi pendampingan yang konsisten dan terencana. Proses ini dirancang agar ia bisa menjalani pengobatan tanpa harus terhambat persoalan biaya dan akses.

 

Sejak saat itu, setiap kontrol dan pemeriksaan medis dapat dijalani lebih teratur. Termasuk pemeriksaan lanjutan seperti CT scan yang penting untuk memantau perkembangan penyakitnya. Hal-hal yang sebelumnya terasa mustahil kini bisa dilakukan dengan lebih tenang. Fokus Pak Maptuh perlahan bergeser, dari sekadar bertahan hidup menjadi benar-benar berjuang untuk sembuh.

 

Pendampingan ini tidak berhenti dalam hitungan minggu. Sejak April 2024 hingga Desember 2025, proses pengobatan terus dijaga. Pak Maptuh dijemput menggunakan ambulans setiap kali harus berobat, lalu diantar kembali ke rumah dengan aman setelah selesai menjalani pemeriksaan atau tindakan medis. Dukungan transportasi ini menjadi hal krusial karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk bepergian sendiri.

 

Berulang kali perjalanan itu dilakukan. Berulang kali pula ia harus menghadapi prosedur medis yang melelahkan. Namun kali ini, ia tidak lagi memikirkan bagaimana caranya sampai ke rumah sakit atau bagaimana membayar kebutuhan penunjang pengobatan. Energinya bisa difokuskan untuk pemulihan.

 

0225   Pak Maptuh   3

 

 

Perlahan, perubahan mulai terlihat. Wajahnya memang belum sepenuhnya pulih, dan perjuangan melawan kanker bukanlah proses yang instan. Namun kondisi Pak Maptuh menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pengobatan yang konsisten membuat perkembangannya lebih terkontrol dan harapannya kembali menyala.

 

Bagi Sajiwa Foundation, kisah ini bukan hanya tentang satu pasien yang menjalani terapi medis. Ini tentang memastikan bahwa kebaikan benar-benar hadir sampai akhir proses. Donasi yang diberikan oleh para #TemanKebaikan tidak berhenti di tahap penggalangan dana, tetapi diwujudkan dalam bentuk pendampingan nyata dan berkelanjutan.

 

Kolaborasi bersama Rumah Singgah SKTM Bandung juga menjadi bagian penting dalam perjalanan ini. Sinergi tersebut memungkinkan setiap kebutuhan pengobatan Pak Maptuh dapat direspons dengan cepat dan tepat. Dari pemeriksaan lanjutan hingga transportasi ambulans, semua diupayakan agar proses penyembuhan berjalan tanpa jeda.

 

Hari ini, Pak Maptuh masih terus menjalani perawatan. Namun yang berbeda adalah cara ia menjalaninya. Ia tidak lagi berjuang sendirian, dan itu membuat perbedaan besar. Di balik setiap perjalanan ambulans, setiap kontrol rutin, dan setiap pemeriksaan CT scan, ada kebaikan yang bekerja diam-diam.

 

Terima kasih kepada #TemanKebaikan dan kolaborasi bersama Rumah Singgah SKTM Bandung. Dukungan kalian bukan hanya membantu, tetapi mendampingi hingga berdampak nyata. Bersama, kita membuktikan bahwa kebaikan yang dikelola dengan amanah benar-benar bisa menjaga harapan seseorang untuk tetap hidup dan melihat masa depan keluarganya.

Bagikan Cerita Sajiwa ke Dunia →