Created on

Senin, 28 September 2026

Category

Bu Cimot,Kisah Sukses,Kucing Terlantar,Cat Rescue,Shelter Kucing

Author

Sajiwa Foundation

Merawat Hampir 120 Kucing Seorang Diri, Kisah Bu Cimot yang Tak Berhenti Menolong Anabul Terlantar

Sejak 2013, Bu Cimot merawat kucing-kucing terlantar yang datang ke rumahnya. Di usia 64 tahun, ia tetap berusaha menyediakan makanan dan perawatan untuk hampir 120 kucing, meski hidup dari pekerjaan serabutan.

 

Bagi sebagian orang, satu atau dua kucing di rumah mungkin sudah cukup untuk dirawat. Namun bagi Bu Cimot, rumahnya telah menjadi tempat singgah bagi hampir 120 kucing terlantar.

 

Sejak 2013, satu per satu kucing yang dibuang, kelaparan, sakit, terluka, bahkan menjadi korban kekerasan datang ke dalam hidupnya. Bu Cimot—atau yang juga dikenal sebagai Bu Lili—memilih untuk merawat mereka sebisanya.

 

Bukan karena ia memiliki banyak sumber daya. Justru sebaliknya. Di usia 64 tahun, Bu Cimot masih harus berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri sekaligus memastikan kucing-kucing yang bergantung kepadanya tetap mendapatkan makanan.

 

 

Hampir 120 Kucing Menunggu Makan dari Satu Orang

 

Setiap hari, ada begitu banyak kebutuhan yang harus dipikirkan Bu Cimot. Hampir 120 kucing membutuhkan makanan. Sebagian juga membutuhkan perawatan karena sakit, mengalami luka, kecelakaan, hingga kehilangan penglihatan.

 

Bu Cimot sendiri hidup seorang diri setelah suaminya meninggal. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan pekerjaan serabutan. Ketika kebutuhan kucing semakin banyak, barang-barang berharga yang dimilikinya pun pernah dijual. Namun jumlah kucing yang datang tidak berhenti bertambah. Ada saja kucing yang membutuhkan pertolongan.

 

 

Saat Makanan Pun Harus Dicari dengan Cara Apa Saja

 

Merawat puluhan hingga ratusan kucing membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ketika uang sedang terbatas, Bu Cimot berusaha mencari alternatif yang masih mampu ia jangkau. Ia pernah meminjam kepada tetangga untuk membeli makanan.

 

Dalam kondisi tertentu, kepala ayam menjadi pilihan karena harganya lebih terjangkau. Bagi Bu Cimot, yang penting kucing-kucing itu tetap bisa makan. Meski di sisi lain, kebutuhan mereka bukan hanya soal makanan.

 

 

Bukan Hanya Soal Perut yang Kenyang

 

Beberapa kucing yang dirawat Bu Cimot datang dalam kondisi sakit atau terluka. Ada yang mengalami luka bakar, kecelakaan, gangguan penglihatan, hingga kondisi lain yang membutuhkan penanganan. Namun membawa banyak kucing untuk mendapatkan perawatan tentu tidak mudah ketika biaya yang tersedia terbatas.

 

Karena itu, Bu Cimot harus menentukan kebutuhan mana yang bisa didahulukan. Salah satu kebutuhan yang terus berulang adalah makanan. Hampir 120 kucing tetap harus makan setiap hari.

 

 

#TemanKebaikan Mulai Hadir

 

Perjalanan Bu Cimot kemudian sampai kepada #TemanKebaikan. Setelah melihat kebutuhan yang ada dan melakukan koordinasi, bantuan diarahkan terlebih dahulu pada kebutuhan pakan rutin, sekaligus mendukung perawatan kucing melalui sterilisasi. Penyaluran dilakukan secara bertahap:

 

21 Juli 2026 — bantuan pakan kucing.
26 Agustus 2026 — bantuan sterilisasi.
9 September 2026 — bantuan pakan dan sterilisasi.

 

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mendukung Bu Cimot dalam merawat kucing-kucing yang selama ini ia perjuangkan.

 

 

Ini Baru Permulaan

 

Perjalanan Bu Cimot belum selesai. Dana dukungan yang tersedia masih terus digunakan berdasarkan kebutuhan dan hasil koordinasi. Untuk saat ini, pakan rutin menjadi salah satu prioritas karena kebutuhan tersebut akan terus ada setiap hari.

 

Hampir 120 kucing tidak hanya membutuhkan pertolongan sekali. Mereka membutuhkan makanan hari ini, besok, dan seterusnya. Karena itu, apa yang dilakukan #TemanKebaikan bukan tentang menyelesaikan semuanya dalam satu kali bantuan.

 

Ini baru permulaan.

 

Semoga dukungan yang terus berjalan dapat membantu Bu Cimot merawat anabul-anabulnya dengan lebih baik, satu kebutuhan demi satu kebutuhan. Dan semoga semakin banyak kebaikan yang bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan—termasuk makhluk-makhluk kecil yang tidak bisa meminta pertolongan dengan kata-kata.

 

Terima kasih, #TemanKebaikan.

 

Kebaikanmu telah menjadi bagian dari perjalanan Bu Cimot dan hampir 120 kucing yang ia rawat.

 

#BeneranBerdampak #GreatPlacetoGive

Bagikan Cerita Sajiwa ke Dunia →