Created on

Senin, 28 September 2026

Category

Bu Carmi,Kisah Sukses,73 tahun,Lansia mencari nafkah

Author

Sajiwa Foundation

Dari Panggung Sirkus hingga Mencari Rongsok, Kisah Bu Carmi di Usia 73 Tahun

Lahir tanpa kedua tangan, Bu Carmi telah menghabiskan lebih dari 30 tahun mencari nafkah dengan mengumpulkan rongsok. Di usia 73 tahun, ia masih berjalan hingga 10 kilometer setiap hari demi memenuhi kebutuhan hidup dan menghidupi tujuh cucunya.

 

Usia 73 tahun mungkin bagi sebagian orang adalah waktu untuk lebih banyak beristirahat. Namun bagi Bu Carmi, perjalanan masih harus terus dilakukan.

 

Hampir setiap hari, ia berjalan hingga sekitar 7–10 kilometer untuk mengumpulkan botol plastik, kardus, dan barang-barang bekas yang masih bisa dijual. Perjalanan itu bisa menghabiskan waktu sekitar tiga jam pulang-pergi. Bukan karena Bu Carmi tidak ingin berhenti. Di rumah, ada tujuh cucu yang masih bergantung kepadanya.

 

 

Lahir Tanpa Kedua Tangan, Tetap Mencari Jalan untuk Bertahan

 

Sejak lahir, Bu Carmi tidak memiliki kedua tangan. Namun keterbatasan fisik tersebut tidak menghentikannya untuk bekerja. Lebih dari 30 tahun, ia menjalani pekerjaan sebagai pengumpul rongsok. Barang-barang yang bagi orang lain sudah tidak terpakai, dikumpulkan Bu Carmi untuk menjadi sumber penghasilan.

 

Sebelum menjalani kehidupan sebagai pemulung, Bu Carmi pernah bekerja di dunia sirkus. Ia bahkan pernah tetap tampil ketika sedang mengandung. Dalam perjalanan hidupnya, ia juga pernah mengalami patah kaki akibat beban yang terlalu berat. Hidupnya terus berpindah dan berubah seiring waktu. Hingga akhirnya, ia memilih mengikuti suaminya dan meninggalkan kehidupan di dunia sirkus.

 

 

Setelah Suami Pergi, Perjuangan Berlanjut

 

Bu Carmi bertemu suaminya ketika masih berada di lingkungan sirkus. Mereka kemudian menikah dan menjalani kehidupan sederhana bersama. Namun sekitar 18 tahun lalu, suaminya meninggal dunia karena sakit.

 

Sejak saat itu, Bu Carmi menjalani kehidupannya seorang diri. Kini, tujuh cucu tinggal bersamanya. Kebutuhan mereka menjadi alasan lain bagi Bu Carmi untuk tetap berusaha mencari penghasilan, meski usianya sudah tidak muda lagi.

 

 

Rp300 Ribu untuk 20 Hari, Sementara Sewa Rumah Rp400 Ribu

 

Penghasilan dari mengumpulkan rongsok tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam sekitar 20 hari bekerja, Bu Carmi biasanya mendapatkan sekitar Rp300 ribu.

 

Sementara itu, biaya sewa rumahnya mencapai sekitar Rp400 ribu per bulan. Ada kalanya kondisi menjadi jauh lebih sulit. Bu Carmi pernah mengalami masa ketika dirinya dan cucu-cucunya tidak memiliki makanan untuk dimakan. Bahkan, ia pernah meminjam Rp20 ribu kepada bos rongsok untuk membeli makanan.

 

Di usia 73 tahun, ia masih harus berjalan jauh setiap hari. Ketika musim hujan datang, kondisi tubuhnya pun lebih mudah menurun. Rasa pusing dan demam menjadi bagian dari tantangan yang harus ia hadapi. Namun kebutuhan di rumah tetap berjalan.

 

 

Sebuah Kesempatan untuk Memulai Usaha

 

Pada 13 Juli 2026, Sajiwa Foundation menyalurkan bantuan kepada Bu Carmi melalui #TemanKebaikan. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan Bu Carmi, dengan tujuan mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus membuka kesempatan untuk menjalankan aktivitas usaha. Beberapa bantuan yang diberikan antara lain:

 

  • Stok warung, seperti air mineral, teh, kopi, dan mi instan untuk mendukung kebutuhan jualan.

  • Sembako, untuk membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

  • Tenda lipat, untuk mendukung aktivitas berjualan Bu Carmi.

 

Bantuan ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan hari itu. Ada harapan agar Bu Carmi memiliki bekal untuk mencoba membangun sumber penghasilan yang lebih sesuai dengan kondisinya.

 

 

Dari Mencari Rongsok, Kini Punya Kesempatan Membangun Usaha

 

Selama lebih dari tiga dekade, Bu Carmi terbiasa mencari nafkah dari apa yang ia temukan di jalan. Kini, di usia 73 tahun, ada kesempatan untuk mencoba jalan yang berbeda. Bukan berarti perjuangannya selesai. Tetapi dari stok warung hingga tenda untuk berjualan, ada sesuatu yang bisa mulai ia usahakan dari rumah.

 

Semoga bantuan ini menjadi awal dari langkah baru bagi Bu Carmi dan tujuh cucunya. Semoga apa yang dimulai dari sederhana dapat terus berkembang menjadi sumber penghidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Karena setelah puluhan tahun bertahan dengan apa yang ada, Bu Carmi berhak punya kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru.

 

Terima kasih, #TemanKebaikan.

 

Kebaikanmu telah menjadi bagian dari perjalanan Bu Carmi dan keluarganya.

 

#BeneranBerdampak #GreatPlacetoGive

Bagikan Cerita Sajiwa ke Dunia →