Created on

Rabu, 1 Juli 2026

Category

Kisah Sukses,Medis,Tumor Leher,Pendampingan,Pengobatan,Anak

Author

Sajiwa Foundation

Kisah Abi, Anak Pengidap Tumor Leher yang Kini Terus Menjalani Pendampingan Pengobatan

Sejak Usia Balita, Abi Harus Berjuang Melawan Tumor di Leher

 

Masa kecil seharusnya dipenuhi tawa, permainan, dan waktu bersama teman-teman. Namun, hal itu tidak dirasakan oleh Muhammad Abi Firmansyah. Saat usianya baru sekitar 3 tahun, Abi mulai mengalami demam dan suara serak. Awalnya, keluarganya mengira itu hanyalah sakit biasa. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi Abi semakin memburuk. Napasnya mulai sesak dan ia kesulitan bernapas seperti anak-anak pada umumnya.

 

Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter akhirnya mendiagnosis Abi mengidap tumor di bagian leher yang menghambat saluran pernapasannya. Agar tetap bisa bernapas, dokter harus membuat lubang pada leher Abi (trakeostomi). Sejak saat itu, Abi harus hidup dengan alat bantu napas dan menjalani pengobatan yang panjang.

 

 

Setiap Hari Harus Menahan Rasa Sakit Demi Bisa Bernapas

 

Keberadaan lubang di leher memang membantu Abi bernapas, tetapi juga membawa tantangan baru. Dahak yang menumpuk harus rutin disedot agar saluran napasnya tidak tersumbat. Jika terlambat dibersihkan, Abi bisa mengalami sesak napas. Namun setiap proses penyedotan dahak selalu membuatnya kesakitan, seolah ada yang mencekik lehernya.

 

Tumor yang dideritanya juga membuat Abi sulit makan, minum, bahkan berbicara. Berat badannya sempat menurun karena tubuhnya kesulitan menerima asupan makanan. Meski masih balita, Abi harus menjalani kehidupan yang jauh berbeda dibanding anak-anak seusianya.

 

 

Perjuangan Sang Ayah Demi Kesembuhan Abi

 

Di balik perjuangan Abi, ada sosok sang ayah yang tak pernah menyerah. Sebagai buruh harian dengan penghasilan sekitar Rp50.000 hingga Rp70.000 per hari, ayah Abi harus mengumpulkan biaya agar putranya dapat menjalani kontrol rutin ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung hampir setiap minggu.

 

0701   Abi   2

 

 

Setiap perjalanan membutuhkan biaya sekitar Rp300.000 hanya untuk ongkos dan kebutuhan selama berobat. Karena keterbatasan biaya, keluarga memilih menggunakan sepeda motor meski jaraknya sangat jauh. Di tengah perjalanan, mereka bahkan beberapa kali harus berhenti agar dahak Abi dapat disedot terlebih dahulu supaya ia tidak mengalami sesak napas.

 

Selama berjuang mengobati Abi, keluarga telah menjual sepeda motor, menghabiskan tabungan, hingga menjual perhiasan demi biaya pengobatan. Bahkan biaya berobat pun sering kali harus dipenuhi dengan meminjam kepada kerabat dan tetangga. Di saat yang sama, mereka juga tinggal bersama kakek dan nenek Abi di rumah sederhana yang kerap dilanda banjir. Meski berbagai kesulitan datang silih berganti, keluarga tidak pernah menyerah memperjuangkan kesembuhan Abi.

 

 

Operasi Demi Operasi Membuka Harapan Baru

 

Perjalanan pengobatan Abi berlangsung selama bertahun-tahun. Ia harus menjalani beberapa kali operasi untuk mengangkat tumor yang mengganggu saluran napasnya. Perlahan, perjuangan panjang itu mulai menunjukkan hasil.

 

Abi yang dulu hanya bisa bernapas melalui lubang di leher, kini kondisinya jauh lebih baik. Ia sudah kembali dapat berbicara dan terus menjalani kontrol rutin agar kesehatannya tetap terpantau. Meski demikian, perjalanan menuju pulih belum benar-benar selesai. Abi masih membutuhkan pendampingan medis secara berkala agar kondisinya tetap stabil.

 

 

Perjuangan Abi Kini Tak Lagi Dilalui Sendirian

 

Melihat perjuangan panjang Abi dan keluarganya, #TemanKebaikan bergotong royong membantu agar proses pengobatan Abi dapat terus berjalan. Melalui Sajiwa Foundation, bantuan yang diberikan bukan hanya sekali, tetapi terus berlanjut mengikuti kebutuhan pengobatan Abi.

 

Pendampingan dilakukan agar keluarga dapat lebih fokus mendampingi proses pemulihan tanpa harus terus dihantui biaya operasional setiap kali harus berobat ke rumah sakit.

 

0701   Abi   3

 

 

Januari 2026: Mengawali Tahun dengan Kontrol Rutin

 

Memasuki awal tahun 2026, Abi kembali menjalani kontrol di Poli THT Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk pemeriksaan kondisi saluran napasnya.

 

Pada periode ini, bantuan operasional kembali disalurkan untuk membantu biaya transportasi, konsumsi, dan kebutuhan keluarga selama menjalani pengobatan. Selain itu, tim pendamping turut menemani proses pemeriksaan agar seluruh tahapan medis dapat berjalan dengan lancar.

 

Februari 2026: Bantuan Operasional Kembali Disalurkan

 

Pada 2 Februari 2026, bantuan operasional pengobatan kembali diberikan kepada keluarga Abi.

 

Bantuan ini digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan selama menjalani kontrol rutin, mulai dari biaya perjalanan menuju rumah sakit, konsumsi, hingga berbagai kebutuhan penunjang lainnya yang harus dipenuhi selama proses pengobatan berlangsung.

 

Maret 2026: Agar Pengobatan Tidak Terhenti di Tengah Jalan

 

Memasuki bulan Maret, pendampingan kembali berlanjut.

 

Bantuan operasional kembali disalurkan agar keluarga Abi dapat terus menjalani pemeriksaan dan kontrol medis tanpa harus terbebani biaya transportasi maupun kebutuhan sehari-hari selama berada di Bandung. Dukungan ini menjadi sangat berarti karena proses pemulihan Abi membutuhkan kontrol secara berkala dan tidak dapat dihentikan begitu saja.

 

April 2026: Pendampingan Saat Kontrol Medis

 

Pada bulan April, bantuan operasional kembali diberikan untuk menunjang kebutuhan pengobatan Abi.

 

Tak hanya itu, tim pendamping juga turut mendampingi Abi saat menjalani kontrol di Poli THT Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Mulai dari membantu proses administrasi hingga memastikan seluruh pemeriksaan berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan dokter.

 

Mei 2026: Pendampingan Terus Dilakukan

 

Memasuki bulan Mei, bantuan operasional kembali disalurkan sebagai bentuk dukungan agar Abi dapat terus menjalani pengobatan secara rutin.

 

Tim pendamping juga kembali menemani Abi saat menjalani kontrol medis. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen agar Abi tidak kehilangan kesempatan mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan selama masa pemulihan.

 

Juni 2026: Terus Mendampingi Hingga Proses Pemulihan

 

Pada Juni 2026, bantuan operasional kembali diberikan untuk membantu kebutuhan pengobatan Abi.

 

Di bulan yang sama, Abi juga menjalani vaksinasi lanjutan sesuai rekomendasi dokter sebagai bagian dari proses penanganan medisnya. Seluruh proses tersebut didampingi oleh tim agar keluarga dapat lebih tenang menjalani setiap tahapan pengobatan.

 

Pendampingan ini menjadi bukti bahwa proses kesembuhan seorang anak bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi juga tentang memastikan setiap langkah pengobatan dapat terus berjalan tanpa terhambat keterbatasan biaya.

 

0701   Abi   4

 

 

#TemanKebaikan Beneran Berdampak

 

Empat tahun lalu, Abi adalah seorang anak yang harus bernapas melalui lubang di lehernya. Setiap perjalanan menuju rumah sakit dipenuhi rasa sakit, keterbatasan biaya, dan ketidakpastian tentang masa depannya.

 

Hari ini, kondisinya telah jauh lebih baik. Meski masih harus menjalani kontrol secara berkala, Abi kini dapat melanjutkan proses pemulihannya dengan pendampingan yang terus berlanjut. Keluarga pun tidak lagi berjuang sendirian menghadapi setiap jadwal pemeriksaan maupun kebutuhan operasional selama pengobatan.

 

Semua ini menjadi bukti bahwa setiap kebaikan yang diberikan #TemanKebaikan benar-benar menghadirkan dampak nyata. Bukan hanya membantu biaya pengobatan, tetapi juga memastikan seorang anak memiliki kesempatan untuk terus tumbuh sehat, menjalani masa kecilnya dengan lebih baik, dan menatap masa depan dengan harapan yang baru.

 

Terima kasih kepada seluruh #TemanKebaikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Abi. Karena setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, telah menjadi langkah besar dalam perjuangan seorang anak untuk kembali hidup dengan lebih sehat.

Bagikan Cerita Sajiwa ke Dunia →