Created on

Jumat, 6 Maret 2026

Category

Kisah Sukses,Bantuan Tunai,Modal Usaha,Kebakaran,Jakarta

Author

Sajiwa Foundation

Divonis 5 Hari Lagi untuk Hidup, Kini Pak Defi Masih Berjuang Menafkahi Keluarganya

Tidak semua orang yang divonis menyerah pada hidup benar-benar berhenti berjuang. Ada yang tetap bertahan, meski rasa sakitnya tak terbayangkan. Pak Defi adalah salah satunya.

 

 

Divonis Hanya Bertahan Lima Hari

 

Tahun 2013, pukul 2 pagi, hidup Pak Defi berubah dalam sekejap. Tumpahan bensin di warungnya memicu kebakaran hebat yang melahap hampir seluruh tubuhnya. Sekitar 70% tubuhnya mengalami luka bakar serius.

 

Di ruang perawatan, dokter menyampaikan kemungkinan terburuk: ia diperkirakan hanya mampu bertahan lima hari lagi. Rasa sakit yang tak tertahankan membuatnya sempat merasa hidupnya sudah selesai.

 

Namun takdir berkata lain. Pak Defi bertahan.

 

 

Luka Fisik, Luka Batin, dan Pandangan Orang

 

Proses pemulihan bukan hanya soal luka di kulit. Jari-jarinya tertarik akibat kulit yang mengering, membuat aktivitas sederhana seperti makan dan mengganti pakaian menjadi sangat sulit. Untuk biaya pengobatan, motor dan barang-barang berharganya terpaksa dijual.

 

0306   Pak Defi   2

 

 

Bukan hanya rasa sakit yang ia hadapi, tapi juga tatapan dan ejekan. Ia pernah dipanggil dengan sebutan yang menyakitkan, bahkan dianggap berbeda oleh orang-orang yang belum mengerti.

 

Di titik terendahnya, ia membuang semua cermin di rumah. Ia belum siap melihat dirinya sendiri.

 

 

Tetap Berjualan Demi Keluarga

 

Hari ini, di usia 39 tahun, Pak Defi berjualan tisu dari pagi hingga sore di jalanan Jakarta. Penghasilannya tidak menentu. Saat hujan turun, ia tak bisa berjualan. Terkadang ia juga harus menghadapi penertiban di jalan.

 

Ia tinggal di kontrakan sederhana dengan biaya sewa sekitar 700 ribu rupiah per bulan. Sementara itu, istri dan anaknya berada di Jambi, berusaha bertahan lewat warung kecil dan jualan gorengan.

 

Meski hidup penuh keterbatasan, satu prinsip yang selalu ia pegang teguh: selama masih bisa bernapas, ia akan tetap menafkahi keluarganya tanpa meminta-minta.

 

 

 

Berkat #TemanKebaikan, Ia Tidak Lagi Sendirian

 

Perjalanan Pak Defi belum selesai. Ia masih membutuhkan pendampingan medis dan perjuangannya masih panjang. Namun kini, ada tangan-tangan baik yang berjalan bersamanya.

 

0306   Pak Defi   3

 

 

Melalui dukungan #TemanKebaikan, Pak Defi menerima santunan tunai untuk membantu kebutuhan sehari-hari serta bantuan pembayaran kontrakan agar ia bisa tinggal lebih tenang. Istrinya di Jambi juga mendapatkan tambahan modal usaha, begitu pula Pak Defi untuk memperkuat dagangannya.

 

Bukan sekadar bantuan materi, tapi juga rasa bahwa ia tidak lagi sendirian menghadapi hidup.

 

 

Harapan Sederhana Seorang Ayah

 

Harapan Pak Defi tidak rumit. Ia ingin memiliki usaha yang lebih stabil di Jambi, pulang, dan kembali hidup bersama keluarganya. Ia ingin menyaksikan anaknya tumbuh, bukan hanya melalui panggilan jarak jauh.

 

0306   Pak Defi   4

 

 

Bagi sebagian orang, itu mungkin hal biasa.
Namun bagi Pak Defi, itu adalah alasan untuk terus bertahan.

 

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjuangan ini.
Karena setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, bisa menjadi alasan seseorang untuk tetap hidup dan melangkah lagi.

 

Kamu benar-benar berdampak 🤍

Bagikan Cerita Sajiwa ke Dunia →